Catatanku untuk 2008

Desember 31, 2008 at 8:00 pm 2 komentar

SELAMAT TAHUN BARU 2009 DAN 1430 H

Saatnya untuk meninggalkan tahun 2008. Sebuah tahun yang menurut aku negara ini masih tetap sama saja seperti tahun-tahun sebelumnya tapi banyak kejutan.

Kenapa aku bilang masih sama saja? Ada beberapa hal:

  1. Kehidupan ekonomi yang masih sama aja atau stagnan. Kemiskinan masih menjadi tuan rumah di negara sendiri. Omong kosong kalo pejabat negeri ini bilang kemiskinan sudah berkurang. Ya iya lah,mana mereka tau. Wong mereka gak mungkin bisa melihat satu persatu 250 juta penduduk negeri ini. Kalaupun mereka tau, mereka akan pura-pura tidak tau, karena mereka tidak mau dianggap gagal mengentaskan kemiskinan.
  2. Siapa setuju kalo aku bilang pengangguran tetap aja banyak sekali. Aku yakin buanyak sekali yang mengiyakan banyaknya pengangguran di negeri ini. Yang sarjana bingung mau nyari kerja, mana lapangan pekerjaan terbatas dan kalaupun ada barangkali tidak pantas dengan ijazah mereka. Masa Sarjana Ekonomi mau jadi Satpam? Apalagi yang dibawah sarjana? Demi alasan butuh uang, terpaksalah mereka menerima pekerjaan apa saja. Outsource pun jadilah! Aku dan kita semua melihat ribuan orang diwisuda setiap bulannya di seluruh Indonesia. Tapi lapangan pekerjaan gak mungkin kan menampung mereka semua. Itu kalo di Kota. Kalo orang-orang yang tinggal di kota kecil, di kampung atau desa? Lebih banyak lagi jumlahnya. Mau jadi petani atau peternak, lahannya sudah habis. Akhirnya jadi TKI pun okelah, walaupun harus ilegal.
  3. Mental kriminal yang susah hilangnya. Akibat dari kemisikinan dan pengangguran terjadilah kriminal kelas kecil dan kriminal kelas menengah. Kriminal kelas kecil adalah maen judi, maling (klasifikasinya: jambret, ayam, jemuran) dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kriminal kelas menengah adalah maling (klasifikasinya adalah:isi rumah, sepeda motor, mobil),  menjajakan diri alias WTS, pembunuhan (latar belakang: kesulitan ekonomi, cinta segitita), dan menjual narkoba. Sedangkan Kriminal Kelas Berat diakibatkan ketamakan, dan haus kekuasaan yaitu KORUPSI DAN SEJENISNYA.
  4. Kemunafikan. Bangsa ini sepertinya bangga dengan kemunafikan. Mulai dari kelas atas, sampai kelas bawah seperti kita-kita ini. Gak munafiklah, kalo aku sendiri kadang-kadang tergiur untuk melakukan hal yang tidak benar. Tapi kadang-kadang. Gak tau lah kalo aku jadi pejabat kelak, mungkin tabiatku bakalan seperti pejabat-pejabat sekarang ini. Bangsa ini sepertinya munafik gak mau mengakui bahwa sebenarnya bangsa ini miskin, tertinggal, dan pengecut (maaf kalo aku terpaksa mengatakan ini semua). Aku pikir 40% penduduk negara ini masih hidup dalam taraf kemiskinan. Aku pikir 25% penduduk negara ini masih belum mengetahui jendela dunia yang luas ini. Dan aku pikir 50% pulau-pulau dari ribuan pulau yang kita miliki akan siap direbut oleh bangsa lain tanpa kita berani untuk mempertahankannya! Memang aku gak pake data akurat, ya karena ini aku pikir aja. Jadi maaf kalo salah. Truss… coba liat sinetron-sintetron dan film-film kita. Aku pikir dan dari yang aku liat dengan mataku sendiri, 80% gak cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Orang kaya melulu, cinta melulu, pake seks bebas segala lagi, cium sana cium sini lah, orang miskin yang tiba-tiba di episode ke 10 jadi orang kaya. Memang sih ada orang yang dulu kehidupannya terpuruk bisa menjadi orang yang sangat sukses. Tapi gak mungkin kan hanya dalam sepuluh episode. Menghayal kali sih! Dan apa intinya, adalah cerita yang munafik. Sangat tidak cocok dengan kenyataan bangsa ini.

Aku gak harus memiliki data-data statistik untuk membuktikan semua kenyataan di atas. Aku yakin dengan mataku dan pengalamanku untuk membuktikan itu semua. Coba liat sekeliling kita, saudara kita, tetangga kita, dan teman-teman kita. Apakah dari mereka semua sudah mendapatkan kelayakan di negeri ini. Ada yang menjawab sudah, tapi lebih buaaanyaak lagi yang menjawab belum.

Dan coba liat berita-berita, kabar-kabar, dan informasi-informasi di media cetak maupun elektronik. Hampir setiap hari tajuk utamanya adalah berita-berita yang tidak sedap dipandang mata. Bagiku pun itu sudah cukup untuk membuktikan belum adanya perubahan yang signifikan di negara ini di tahun 2008.

Masih ada sambungannya…….

Entry filed under: Cerita Blogger, Hikayat, I'm very hate my country. Tags: , , .

Siap perang demi Palestina! Peningkatan Inflasi Indonesia

2 Komentar Add your own

  • 1. premium e cigarettes reviews  |  November 2, 2012 pukul 12:39 am

    I really love your writing voice.

    Balas
  • 2. Bill  |  April 3, 2013 pukul 4:44 pm

    Thanks designed for sharing such a pleasant opinion, article is
    pleasant, thats why i have read it entirely

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Add to Technorati Favorites

RSS Info terbaru Lowongan Kerja

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Chat me & See me at :

i_hate_mycountry@yahoo.com ihatemycountry@gmail.com Also_my_blog: ihatemycountry.com
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Si DaGu

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

My Blog Rank

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Statistik Blog

  • 130,513 pukulan
online counter

Peta Pengunjung

Visitors

SEO Stat

Feeds

Members Of: