Akhirnya Premium turun lagi, Solar juga.

Desember 14, 2008 at 10:59 pm 1 komentar

Baru lima belas hari harga premium diturunkan menjadi Rp. 5.500/liter sejak tanggal 1 Desember 2008. Besok, 15 Desember 2008 Pemerintah menurunkan lagi harga Premium menjadi Rp. 5.000/liter. Penurunan harga Premium diikuti juga dengan turunnya harga Solar menjadi Rp. 4.800/liter.

Efektifkah?

Bisa Iya, Bisa tidak.

Efektifnya adalah:

  • Setidaknya dapat memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan harga minyak turun. Walaupun hanya turun menjadi Rp. 5.000, yah lumayanlah. Setidak untuk sementara ini bisa mengurangi gelombang demonstrasi.
  • Bisa mempengaruhi harga-harga lainnya untuk turun juga. Seperti harga-harga bahan kebutuhan pokok, tarif angkutan umum dan lain sebagainya.

Tidak efektifnya adalah:

  • Sosialisasi yang dilakukan pemerintah ke masyarakat kurang. Jadi dikhawatirkan penurunan harga kebutuhan lain yang diinginkan tidak merata jadinya.
  • Kurangnya tindakan tegas pemerintah agar mengupayakan harga-harga yang lain ikut turun. Seharusnya penurunan harga-harga kebutuhan yang lain sudah layak dilakukan. Tapi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin semuanya terjadi.
  • Ketersediaan BBM Premium dan Solar menjadi sangat langka. Terutama terjadi di daerah-daerah dan jalan lintas propinsi. Karena semakin banyak oknum-oknum yang menimbun BBM. Dan semakin sering terjadi permainan harga yang akan dilakukan pengelola SPBU demi mendapatkan keuntungan yang lebih. Iya dong, semakin turun harga bensin semakin sedikit dia mendapatkan untung.

Selama 2 minggu kemarin aja, yang turunnya cuman 500 perak, aku juga ikut merasakan susahnya mendapat Bensin jenis Premium. Aku ada hutang cerita dari postingan aku sebelumnya, Baru Pulang Mudik Lebaran Haji. Ada cerita yang sangat menyebalkan yang aku alami waktu mudik ke kampung istriku itu.

Ceritanya seperti biasa kami naik mobil. Aku sengaja tidak menambah bensin terlebih dulu di Medan. Karena aku lihat indikator tangki bensin nya masih banyak, masih setengah dari tangki penuh. Aku yakin pasti nyampe lah, dan aku yakin kalau pun habis di tengah jalan pasti ada SPBU dan tinggal ngisi aja. Benar memang nyampe tujuan yaitu kota Serbelawan. Dan bensin pun sudah hampir kosong. Nah, yang salahnya aku adalah aku nggak menyangka kalau stok Premium di SPBU di Kota itu sudah habis. Wadoh! Ada 2 SPBU di sekitar Kota itu, dua-duanya gak ada stok Premium lagi. Mati aku! Mana hari sudah sore lagi. Karena untuk sampai ke rumah mertuaku itu, butuh waktu +/- 45 menit lagi masuk lagi ke perkampungan di dalam kebun kelapa sawit di Serbelawan.

Akhirnya, terpaksalah aku beli Premium eceran di pinggir jalan kota itu dengan harga Rp. 6.500/liter. Aku beli 5 liter aja. lumayanlah bisa nyampe ke tujuan. Pun itu kalau besoknya pulang mudah-mudahan sudah ada stok Premium di SPBU serbelawan. Tapi, nyampe di rumah, mertuaku bilang jangan nunggu sampe besok lagi. Karena disini premium lagi cepat habis. Akhirnya, aku beli lagi 5 liter premium harga eceran di dekat rumah mertuaku. Lumayanlah, itung-itung udah bisa sampe jalan besar lintas sumatera. Di sepanjang jalan itu kan pasti banyak SPBU-SPBU. Pasti Premiumnya selalu ada. Sengaja aku gak beli banyak-banyak dulu karena gak rugi juga kan beli eceran terus.

Ternyata, aku salah lagi. Besoknya pulang, aku cari Premium sepanjang jalan lintas dari Serbelawan sampai Tebing Tinggi, TIDAK ADA SATUPUN SPBU yang menyediakan Premium lagi. DAMN! Parah kali udah negara ini. Sampe-sampe kita mengais-ngais untuk mendapatkan minyak di negeri sendiri yang notabene kaya minyaknya. Walhasilnya, terpaksalah aku membeli Premium eceran lagi di Kota Tebing Tinggi. Untung harganya masih Rp. 6.500/liter, aku beli 5 liter lagi. Setidaknya aku masih menaruh harapan akan ada Premium di SPBU berikutnya. Kalau nggak, ya beli eceran lagi deh untuk yang terakhir kalinya. Lama-lama aku berpikir, kenapa di sepanjang jalan ini yang menjual bensin eceran kok banyak sekali ya, sedangkan di SPBU sendiri sudah gak ada lagi. Apa mungkin Pengelola SPBU sudah sesuka hati mereka menjual bensin ke pengecer? Apakah ada permainan? Kayaknya sih IYA.

Akhirnya, harapan aku yang terakhir benar. Masih ada salah satu SPBU di Kota Sei Rampah yang menjual Premium. Aku beli Rp. 50.000 aja, berarti sekitar 9,8 liter. Cukup sekali lah untuk sampai Medan. Jadi, kalau itung-itungan, aku rugi berapa ya?

– 3 kali aku ngisi bensin eceran. Sekali ngisi 5 liter. 1 liter harganya Rp. 6.500.

——————————————–   3 x 5 x Rp. 6.500 = Rp. 97.500

– kalau seharusnya 1 liter harga Rp. 5.500

———————————————   3 x 5 x Rp. 5.500 = Rp. 82.500

Dikurangi             ——————————————-     = Rp. 15.000

Gak banyak memang sih, tapi kalau frekuensi aku melewati jalan lintas itu setiap hari. Pastinya aku akan sangat merugi kan.

Yang aku khawatirkan sekarang ini adalah : Akan semakin sering dan semakin lama terjadinya kelangkaan Premium ini. Mungkin akan ditambah lagi dengan kelanggkaan Solar. JELAS! karena akan semakin banyak penimbunan bensin diakibatkan turunnya harga bensin. Dan semakin banyak terjadinya penjualan bebas bensin ini kepada siapa saja. Hanya demi mendapatkan keuntungan pribadi pengelola SPBU atau Distributor Bensin nya.

Semoga harapan adanya kepastian tindakan tegas dari Pemerintah untuk menjamin keberadaan Bensin ini tetap ada. Semoga harapan aku ini bukan harapan semu……

Entry filed under: I'm very hate my country. Tags: , .

Duduk berdampingan dengan Kepala Bainfokom Sumut Bapak Edy Sofyan LOWONGAN KERJA SMART TBK (Medan, Jabar, Palembang)

1 Komentar Add your own

  • 1. Dagu  |  Desember 15, 2008 pukul 12:05 am

    Makanya yu, inget pepatah lama “Sedia payung sebelum hujan”. Sebelum pergi jauh, isi bensin selagi bisa. Jangan ditunda. Kl ku liat, prinsipmu “gitu mau buang air besar, disitu gali lobang”. Pengennya ngemat, tapi malah jadi boros. Apalagi kalo bensin di pengecer lom tentu murni. Pelajaran buat ko ni Yu!

    Sori, ga komen soal kelangkaan premium. Mumet kalo mikirin kek gituan! Ga da daya rasanya. Memang perlu dipertanyakan tuh, kok bs pulak di negeri minyak malah kekurangan minyak. Tanya kenapa??? Tapi, ama siapa mau ditanya?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Add to Technorati Favorites

RSS Info terbaru Lowongan Kerja

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Chat me & See me at :

i_hate_mycountry@yahoo.com ihatemycountry@gmail.com Also_my_blog: ihatemycountry.com
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Si DaGu

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

My Blog Rank

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Statistik Blog

  • 130,513 pukulan
online counter

Peta Pengunjung

Visitors

SEO Stat

Feeds

Members Of: