Gak Heran! Salah tangkap

Desember 5, 2008 at 11:59 pm Tinggalkan komentar



Akhirnya Kemat dan David dibebaskan. Mereka berdua ini adalah korban salah tangkap polisi atas kasus pembunuhan Asrori. Sedangkan pembunuh Asrori sendiri adalah Ryan si “Tukang Jagal” itu.

Sebenarnya polisi bukan salah tangkap, tapi MEMAKSA UNTUK DITANGKAP. Karena masih banyak polisi di negara ini yang belum profesional dalam memecahkan sebuah kasus. Mungkin sudah menjadi rahasia umum kalau polisi sering bertindak kasar menjurus terhadap kekerasan fisik dalam menginterogasi seseorang. Kalau kasusnya menarik perhatian media dan dikejar deadline (tenggat waktu) maka polisi akan menghalalkan segala cara agar kasusnya cepat selesai. Termasuk memaksa siapa saja agar mengakui kejahatan orang lain. Siapa saja orangnya adalah orang-orang yang bisa dijatuhkan mentalnya, gampang ditakuti, dan dikasari, sehingga dengan PASRAH akhirnya dia mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan itu.

Kasian kan?

Parahnya lagi. Semua kejadian salah tangkap hanya terjadi dalam kasus kelas teri, kasus biasa di daerah-daerah, atau kasus yang menjadi sorotan media lokal aja. Ya seperti kasus pembunuhan yang dituduhkan kepada Kemat dan David lah. Pada saat kejadian itu, sapa sih yang mau meliput jauh-jauh kejadian pembunuhan ‘biasa’ di JOMBANG. Bah! Ogah deh. Metro TV dan TV One aja bakalan mikir biaya operasionalnya seribu kali. Gak ada nilai jualnya. Hanya media lokal lah yang mau meliput. Pokoknya bagi polisi yang penting ada yang mau mengaku dan rela dipenjara, sudah menjadi rapor yang bagus yang bisa DIBANGGAKAN kepada masyarakat.

Biasanya pemaksaan penangkapan yang banyak terjadi di daerah ku berdasarkan pengalaman dari teman-teman, saudaraku, dan media adalah kasus ‘tali air’, narkoba, dan pencurian. Karena kasus-kasus tersebut biasanya pelakunya ‘gampang menghilang’ dan susah sekali dicarinya. Sehingga polisi juga gak mau capek-capek sekali untuk meringkus pelakunya. Kalau pelakunya susah ditangkap ya udah siapapun jadilah yang penting deadline beres.

Untung si Very mengakui kalau dia yang telah membunuh Asrori yang sebenarnya. Kalau nggak, selamat lah kalian Kemat dan David tetap di penjara. Oleh karena itu kalian peluk dan ciumlah si Very itu sebagai ucapan terima kasih. Haks…haks… Manatau tumbuh benih-benih cinta si Very sama kalian.

Maaf Pak Polisi, aku menulis ini bukan untuk menjelek-jelekkan citra Polisi. Malah aku juga ingin ikut membangun Citra Polisi Masa Kini yang semakin lama semakin bagus.

Bravo Polisi Indonesia!

Entry filed under: I'm very hate my country. Tags: , , .

Kronologis Kasus BLBI [HABIS] Baru Pulang Mudik Lebaran Haji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Add to Technorati Favorites

RSS Info terbaru Lowongan Kerja

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Chat me & See me at :

i_hate_mycountry@yahoo.com ihatemycountry@gmail.com Also_my_blog: ihatemycountry.com
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Si DaGu

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

My Blog Rank

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Statistik Blog

  • 130,513 pukulan
online counter

Peta Pengunjung

Visitors

SEO Stat

Feeds

Members Of: