Amerika yang krisis kok seluruh dunia heboh?

Oktober 11, 2008 at 10:24 pm Tinggalkan komentar

Gak nyangka, udah sebelas hari juga aku gak ada nulis di blog. Lebaran kemarin mudik ke kampung halaman istriku, dari tgl 1 s/d 5 Oktober. Udah nyampe rumah, badan ini pegal semua. Mau ngapa2in rasanya malas, termasuk nulis blog. Padahal tinggal buka laptop, colokin modem flash, udah jadi. Tapi ya itu tadi rasanya malas sekali. Tgl delapan aku udah masuk kantor, sekali lagi aku gak sempat nulis juga, tapi bukan krn males, ini dikarenakan kerjaan yang sudah menumpuk yang menunggu selama aku cuti. Jadinya gak sempat nulis deh. Akhirnya, hari ini aku mau sempatin nulis karena rasanya semakin banyak kejadian2 di dunia ini maupun di Indonesia sendiri yang sangat menarik perhatianku.

Salah satunya kejadian dunia saat ini yang sangat menghebohkan itu adalah Krisis Keuangan Dunia. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat. Apa sih penyebab atau asal muasal terjadinya krisi keuangan Global ini. Ternyata penyebab utamanya adalah penyakit hati manusia yaitu HUTANG. Dimana hutang tersebut gak bisa dibayar atau dilunasi alias KREDIT MACET.

Mulai dari Media Cetak, Media Televisi, dan Media Internet hampir semua menjadikan topik Krisis Keuangan Global ini sebagai Headlines nya. Termasuk banyak blog2 dunia yang aku baca. Untuk memahaminya secara rasional rasanya gak mungkin gara2 kredit macet di Amerika kok seluruh negara dunia ikut2an krisis. Gila benar! Tapi ternyata mungkin. Yang kita kirain Amerika gak mungkin bisa KrisMon (Krisis Moneter) eh ternyata bisa juga. Yang tak kirain penduduk Amerika makmur dan Sejahtera (kalo kita liat di tivi2) eh ternyata tukang ngutang semua. Itulah akibatnya jadi tukang ngutang, tapi gak sanggup bayar.🙂

Aku ingin juga menjelaskan di blog ku ini, secara umum bagaimana bisa terjadi Krisis Keuangan Global ini. Mungkin tidak akan ada yang membaca tulisan aku ini. Tapi ya setidaknya untuk pengetahuan wawasan bagi diriku sendiri, dan juga sembagai bahan tulisan di blog ini. Manatau suatu saat akan berguna.

Secara bahasa pasaran, aku akan coba menjelaskan:

Penduduk Amerika ternyata gak se “wah” yang kita liat di teve2 itu, tidak sehebat yang kita bayangkan. Mereka memang punya rumah, punya mobil, punya komputer, punya segalanya lah. Tapi semua itu Ngutang alias Kredit. Nah, Khususnya bagi penduduk menengah kebawah, mereka2 ini lah biang keroknya krisis keuangan di Amerika. Mereka adalah orang-orang yang pendapatannya pas-pasan maka kemampuan pembayaran cicilannya juga sangat lemah atau disebut kreditor subprime mortgage.

Mereka ini mendapatkan pinjaman dari Perusahaan Kredit Perumahan yang juga ternyata…………… sebagian dananya  didapat dari pinjaman pihak ketiga yang jangka waktu pengembaliannya cukup pendek (1-5 tahun). Sementara, masa pelunasan kredit subprime mortgage adalah kredit jangka panjang yang
bisa berkisar 10-20 tahun. Pendeknya, ada financing mismatch di sini.

perusahaan kredit perumahan juga berbisnis via margin penjualan mortgage backed securities atau efek beragun aset (EBA). EBA merupakan kumpulan kredit-kredit yang kemudian dijual kepemilikannya kepada investor. Dalam kaitannya dengan EBA yang berasal dari subprime mortgage, investor mendapatkan bukti kepemilikannya dalam bentuk saham yang diback-up oleh properti yang diagunkan dalam proses subprime mortgage tadi. Karena EBA yang berasal dari subprime mortgage ini cukup berisiko, maka return EBA ini juga tinggi. Return EBA didapatkan dari cicilan pembayaran kreditor-kreditor subprime mortgage – yang mana seperti disebutkan sebelumnya adalah orang-orang ‘miskin’ di AS. Oya, EBA ini di AS dan Australia ada pasarnya tersendiri. Jadi ada pembeli, penjual dan mekanisme harganya tersendiri. Selanjutnya, karena EBA tipe subprime mortgage ini berkarakteristik high risk high return, maka cukup banyak investor hedge fund dan investment bank yang meminatinya. Hedge Fund sendiri terdiri kumpulan dana investor raksasa yang investasinya lintas negara dan cenderung beraksi spekulatif.

Bisa disimpulkan, Perusahaan Kredit Perumahan sangat kesulitan melunasi pinjaman karena susahnya mengumpulkan hutang2 dari para kreditor “miskin” tadi.

Dampak yang ditimbulkan adalah:

Pasar sangat sensitif pada kabar buruk (bad news). Dan kabar buruk yang memicu krisis di Wall Street ini diduga datang pada tanggal 2 Agustus lalu, saat BNP Paribas- salah satu bank terbesar di Eropa yang berasal dari Prancis dan sebuah bank Jerman (IKB Deutsche Industriebank) mengalami masalah terhadap investasi EBA subprime mortgage di Amerika. Selanjutnya, berita terpuruknya subprime mortgage ini mulai terkuak di mana kerugiannya sendiri ditaksir ada sekitar $35 trilyun. Akibatnya, kepanikan pun mulai melanda para investor di lantai bursa New York. Investor lalu mulai menjual saham-saham yang bergerak dalam industri properti. Karena perusahaan yang berkaitan dengan properti di Bursa New York ada sekitar 1/3 dari total kapitalisasi pasar, tak heran, jika bursa saham secara total juga ikut terkoreksi. Investor yang panik, kemudian mulai berpikir untuk mencari alternatif alat investasi yang aman – antara lain via deposito di bank dan investasi di obligasi pemerintah.

Nah, dampak Globalnya adalah:

Gerak arus modal yang semakin borderless, membuat pasar keuangan dunia menjadi saling terkait dan saling berketergantungan satu sama lain. Sentimen negatif dan kepanikan dari Wall Street yang notabene merupakan pasar saham terbesar di dunia dengan cepatnya menjalar ke mana-mana. Investor-investor global raksasa yang tergabung dalam hedge fund ataupun investment bank baik yang secara kebetulan memiliki investasi di subprime mortgage atau tidak, mulai menarik dananya dari pasar modal dan mulai memasukkannya ke dalam investasi yang berisiko lebih rendah. Motifnya kurang lebih sama,, mencoba menghindari risiko kerugian yang lebih besar (cut loss). Maka, tak heran bursa-bursa saham regional dan dunia juga ikut bertumbangan. Termasuk Indonesia.

Bisa dibayangkan, kalo saham2 BUMN yang ada di Pasar Saham Dunia seperti Telkom, Pertamina, dan lainnya ikut turun. Dan ini dimanfaatkan oleh Investor2 “Nakal” yang membeli lembaran2 saham itu, maka bisa lepaslah kepemilikan BUMN, karena mayoritas sahamnya sudah dikuasai oleh para Investor. Coba bayangkan, kalo orang kaya kayak Bill Gates membeli seluruh sahamnya Telkom. Bisa aja dong, orang duitnya buanyaknya minta ampun. Tapi, bisa bangkrut lah Negara kita ini. Karena perusahaan nasionalnya sudah dimiliki oleh pihak luar. Tidak ada BUMN berarti tidak ada pemasukan Negara. Bangkrutlah negeri ini, jual aja pulau2 kita ke negara lain. HAKS…HAKS……………HAKS………..!!! Ide yang sangat buruk, tapi kayaknya sangat brilian bagi penguasa2 licik di negeri ini.

Busyet yah! Begitu dahsyat nya dampak dari NGUTANG itu.

Entry filed under: Dunia, I'm very hate my country. Tags: , .

Minal Aidin Wal Faidzin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H Macet!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Add to Technorati Favorites

RSS Info terbaru Lowongan Kerja

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Chat me & See me at :

i_hate_mycountry@yahoo.com ihatemycountry@gmail.com Also_my_blog: ihatemycountry.com
Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Si DaGu

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

My Blog Rank

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Statistik Blog

  • 130,513 pukulan
online counter

Peta Pengunjung

Visitors

SEO Stat

Feeds

Members Of: