Peningkatan Inflasi Indonesia

Januari 6, 2009

Ternyata sebenarnya inflasi di Indonesia dari bulan ke bulan semakin hari semakin tinggi ya.  Tapi sebelum aku bicara lebih jauh lagi, sebenarnya apa sih inflasi itu.

  • Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu). Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
  • Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi.
  • Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi.
  • Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Faktor-faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price)1, dan terjadi negative supply shocks)2 akibat bencana alam dan terganggunya distribusi. Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya.

Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian. Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking. Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penentuan upah minimum regional (UMR).

Nah, berikut adalah kenaikan inflasi Indonesia:

inflasi

sumber : bi.go.id

Artinya apa?

  1. Sebagai pekerja, kita bisa menuntut kenaikan gaji. Gaji anggota DPR aja bisa naik, kenapa kita gak bisa. Inilah yang harus kita tuntut sama perusahaan. Karena gak mungkin kan di saat semua harga-harga beranjak naik, gaji kita segitu-gitu aja. Perusahaan tidak akan rugi lah, karena keuntungan yang mereka dapat juga pasti akan mengikuti naik. Oleh karena itu, kita sebagai karyawan jangan taunya hanya kerja melulu, akhir bulan atau awal bulan dapat duit. Setelah kita menjalankan kewajiban kita, kita juga harus tau hak kita sepenuhnya. Perusahaan juga harus punya kewajiban men-sejahterakan karyawannya. Yaa… harus timbal balik lah.
  2. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi

Tapi kenaikan inflasi juga mempunyai dampak negatifnya, ini yang seharusnya dapat dihindari dan dipikirkan oleh negara:

  1. Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
  2. Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat
  3. Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat

Berikut ilustrasinya:

grp1

 1) Misalnya antara lain harga BBM, TDL, tarif telepon, cukai rokok, dan tarif angkutan.
2) Misalnya gagal panen dan langkanya komoditi tertentu.

Entry Filed under: I'm very hate my country. Tag: .

1 Comment Add your own

  • 1. FARAH  |  Juni 6, 2009 at 3:13 pm

    HI,, MAU NANYA KENAPA ARTIKELNYA CUMA DIKIT AJA?/

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Add to Technorati Favorites

RSS Lowongan CPNS SUMUT

RSS Info terbaru Lowongan Kerja

Chat me & See me at :

i_hate_mycountry@yahoo.com ihatemycountry@gmail.com Also_my_blog: ihatemycountry.com

 

Januari 2009
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Tulisan Terakhir

Arsip

RSS Si DaGu

RSS detik.com update

Blogger SUMUT

Friends

My Album

DSC00887

DSC00865

More Photos

Yang Ngetop

Kata Kunci

AC Milan Al Amin Amin Aulia Pohan binatang BLBI Blog Menghina Islam Cerita china Excel fakta hetty koes endang hewan Hikayat hoax indonesia itb korupsi kpk kpu Kronologis Kasus BLBI lowongan kerja Lowongan Kerja Medan Macet mahal Obama Olahraga Palestina partai pemilu Polisi Politik pon retno Ronaldinho Sepakbola Skandal BLBI Suspend tompi top ugm ulang tahun ultah unik universitas

Pren

RSS Muslim Thinking 1

My Blog Rank

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Statistik Blog

online counter

Peta Pengunjung

Visitors

SEO Stat

Pengunjung

Feed

Members Of: