Mengapa terjadi perang Georgia Vs Rusia

Agustus 13, 2008 at 4:42 pm 28 komentar

Adalah sebuah Provinsi di Georgia yang bernama Ossetia Selatan yang berusaha memisahkan diri dari Negara Georgia dan mendapatkan kemerdekaan efektif nya yang diperoleh melalui perang tahun 1991-1992.

Pada 6 Agustus, tentara Georgia membombardir Ossetia Selatan dengan tujuan merebut kembali kontrol di provinsi, yang ingin bergabung dengan Ossetia Utara, di Rusia. Dua wilayah ini dipisahkan dengan garis perbatasan Rusia-Georgia. Provinsi separatis di Georgia ini didominasi etnis Ossetia. Provinsi tersebut juga berusaha menggusur etnis Georgia yang tinggal di Ossetia Selatan.

Pemerintah Georgia menyatakan serangan itu dimaksudkan untuk merebut kembali kemerdekaan Ossetia Selatan . Menteri Reintegrasi Georgia Temur Yakobashvili mengatakan, Georgia tidak bermaksud menghancurkan Tskhinvali ibukota Ossetia Selatan, tetapi hanya ”menetralisasi posisi separatis”. Berdasarkan wikipedia, walaupun telah merdeka tapi kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional. Georgia tidak mengakui status Ossetia Selatan sebagai suatu entitas tersendiri. Georgia tetap menganggap Ossetia Selatan merupakan bagian dari negara Georgia.

Operasi militer itu digelar sepekan setelah bentrokan antara kelompok separatis di Ossetia Selatan dan tentara Georgia, yang menewaskan 20 orang. Serangan militer itu pecah hanya beberapa jam setelah Saakashvili mengumumkan gencatan senjata unilateral, Kamis malam, yang mendesak pemimpin separatis Ossetia Selatan memulai perundingan untuk menyelesaikan konflik.

Nah, masalahnya muncul dimana Georgia menuding Rusia, yang menempatkan pasukan penjaga perdamaian di Ossetia Selatan, ikut campur. Empat pesawat jet pengebom Rusia memasuki wilayah udara Georgia dan menjatuhkan dua bom di kota Gori dan Desa Kareli dan Variani. Pada Jumat (8/8), sekitar 2.500 tentara Rusia memasuki dan menyerang wilayah Georgia dengan tujuan membantu separatis Ossetia Selatan dengan menggunakan pesawat tempur dan tank-tank.

Pada hari Sabtu, Rusia mengatakan Tskhinvali sudah dibebaskan dari cengkeraman tentara Georgia. ”Beberapa batalion yang taktis telah membebaskan Tskhinvali,” kata Jenderal Vladimir Boldyrev, Kepala Pasukan Darat Rusia.

Asal tau aja Hubungan Rusia dan Georgia memburuk karena persoalan Ossetia Selatan dan provinsi lainnya di Georgia yang memisahkan diri, Abkhazia. Hubungan kian memburuk tahun ini setelah Georgia bermaksud bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Rusia menambah pasukan di Abkhazia.

Akhirnya, gara-gara tidak senang urusan dalam negerinya dicampuri oleh negara lain, Presiden Georgia Mikhail Saakashvili mengeluarkan dekrit yang menyatakan negara dalam keadaan perang, yang berarti negara juga berada dalam keadaan darurat selama 15 hari sejak Sabtu (9/8).

Hingga sekarang Rabu (13/8) sudah ratusan ribu warga sipil tewas dan ribuan rumah rata dengan tanah di Georgia dan Ossetia Selatan.

 Jadi, siapakah yang salah? Menurut saya ya Rusia. Karena secara Internasional Ossetia Selatan masih merupakan kedaulatan negara Georgia. Jadi tidak pantas mereka terlalu ikut campur urusan negara orang. Okelah, wilayah Ossetia Selatan masih dalam kaadaan konflik karena tindakan separatis di wilayah itu dan Rusia hadir disitu adalah sebagai tentara perdamaian dunia bukan sebagai tentara Rusia. Sehingga seakan2 pertempuran yang terjadi antara Georgia dan Rusia ini menjadi perang perebutan wilayah Ossetia Selatan.

Saya sebenarnya gak ngerti jg kenapa Ossetia tetap ingin dipertahankan Georgia. Padahal wilayahnya cuman 3.900 km2 dan penduduknya cuman sekitar 80.000 org. Hmm, mungkin ada harta karun yang terpendam di Ossetia Selatan ya. Itu jg mungkin yang membuat Rusia ingin mendapatkan Ossetia Selatan.

Tapi, walaupun perang telah terjadi dan apapun alasan terjadinya perang, yah setidaknya ada komitmen dari Negara Georgia untuk mempertahankan negara kesatuannya walaupun sampai titik darah penghabisan.  Tidak seperti Indonesia, yang pulaunya sekecil mungil yang jelas2 berada di wilayah negara Indonesia dari jaman nenek moyang tetap aja bisa direbut oleh negara2 tetangga. Ya usaha kek, perang pun jadilah. Ini kok malah dibiarin. Lama2, satu persatu pulau2 kecil yang indah itu bakal berhilangan. Sungguh malangnya negara kita ini.

* Apa kerja Tentara kita kalo gak pernah perang. Jangan selalu jadi tentara perdamaian lah *

About these ads

Entry filed under: Dunia. Tags: , , , .

Olimpiade Beijing 2008 dimulai Merdeka Negaraku!

28 Komentar Add your own

  • 1. Joe  |  Juni 13, 2009 pukul 2:29 am

    bukan memperebutkan wilayah yang kecil itu kawan.
    namun bila di kaji lebih mendalam, wilayah ossetia selatan maupun georgia dilewati pipa – pipa penyalur minyak dunia.. jadi ada kepentingan negara – negara lain untuk minyak tersebut.

    -=PunyaMataPunyaOtakPunyaMulut=- *Pergunakanlah*
    salamperdamaian.

    Joe | antiYAHUDI !

    Balas
  • 2. ari agustian  |  September 20, 2010 pukul 2:48 pm

    tapi mengapa selalu US turun tangan
    kayaknya US negara yg doyan bngt perang
    klo ad perang pasti US turun tangan………………

    Balas
    • 3. Anonymous  |  Januari 12, 2012 pukul 11:15 am

      US kan Polisi Dunia, jadi US berhak untuk mengawasi dan turun tangan apabila terjadi perang di seluruh dunia…

      Balas
      • 4. Ajeng Triani  |  Januari 16, 2012 pukul 7:27 am

        Tp gw nonton film 5 days of war semalem, US malah cuek tuh. YG ada malah 6 pemimpin EU yg bantu….

  • 5. aulia rahmat, SH  |  Juli 19, 2011 pukul 8:34 pm

    saya dukung russia, mereka negara yang hebat mempertahankan kehormatan nya

    Balas
  • 6. Anonymous  |  Desember 17, 2011 pukul 4:02 am

    kalau gk ngerti politik dan militer jgn sok pintar bro nyalahin rusia, liat dong kalau georgia masuk menjadi anggota nato ya sudah jelas pasti ada kepentingan AS serta negara-negara kapitalis disana……..kayaknya loe ini penganut paham kapitalis murni

    Balas
  • 7. Ajeng Triani  |  Januari 16, 2012 pukul 7:26 am

    Semalem baru nonton film 5 days of war yg inti ceritanya kisah wartawan perang yg ngeliput perang georgia-rusia, kasian warga yg ga tau apa. Korban anak2 & orang tua….

    Balas
    • 8. angga  |  Maret 21, 2012 pukul 12:31 am

      Tp dlm film the 5 days of war,berbeda dengan cerita diatas,tp klo saya simak dgn seksama,saya setuju dengan pernyataan admin,harusnya rusia menjadi penengah bukan menjadi penghancur,karena awal terjadinya perang karena rusia sudah terlalu jauh ikut campur negara georgia

      Balas
  • 9. Anonymous  |  Januari 29, 2012 pukul 12:48 am

    Hey guys… lets make a peace and no war… masa sesama penonton aja harus ribut (penonton berita dan penonton film :- ) …. satu hal menurut saya… kalo kita tidak bisa memberi kontribusi apapun untuk mereka maka lebih baik tutup mulut dan berusaha ciptakan perdamaian. Menilai memang gampang tapi apakah penilain anda memberikan arti pada semua korban tersebut? atau malah hanya menciptakan perang argumen yang gak ada gunanya?
    “Do something or be silent ” mari senantiasa ciptakan perdamaian dimanapun berada.

    Balas
  • 10. erik  |  Februari 7, 2012 pukul 11:28 pm

    Guys persoalanya kompleks banget, Berhubung skripsi saya membahasa masalah Kebijakan luar negri Russia ke Georgia terkait Konflik Ossetia selatan, maka saya ingin sekedar sharing.

    – Sebelumnya sebelum jauh-jauh ngomong persoalan politik Russia dan Ossetia selatan saya ingin nyinggung masalah vilm, Menurut saya menjadi penikmat vilm harus cerdas, Karena terkadan Vilm memuat unsur Public diplomasi dan Unsur kepentingan di industri negara yang membuatnya. Ingat VIlm Rambo kan?? menurut saya kasusnya agak mirip deh dengan vilm yang kalian tonton, Rambo adalah media Public Diplomasi milik AS yang salah satunya berfungsi meningkatkan Citra AS pasca kekalahanya di Vietnam.

    – Ok lets talk about Ossetia Conflict.
    Pertama yang harus ditekankan adalah dalam cara kita melihat hubungan antar negara. Dalam paradigma Hubungan Inernational secara sederhana kita memiliki 3 paradigma besar yang mendominasi dalam melihat kasus dan fenomena international (Liberal : Normatif, Realis : Kalkulasi coast and bnefit dan terakhir Konstruktivis : Keyakinan individu) dan disini kebetulan saya menggunakan pendekatan Realis dalam melihat Kasus Ossetia selatan.
    Permsalahan Ossetia Sealatan Dimulai pasca Pecahnya Imperium Uni Soviet 1989 dimana beberapa negara bekas federasi Uni Soviet memiliki dua pilhan yakni apakah ikut bergabung dengan RUsia (pewaris tunggal kebesaran Uni Soviet) atau memrdekakan diri dan menjadi negara yang otonom. Ternyata Georgia yang didalamnya ada Ossetia selatan memilih untuk memerdekakan diri dan menjadi negara yang otonom, Dan begitu juga wiayah Ossetia selatan yang juga menginginkan kemerdekaan dan bersatu dengan Ossetia Utara. Namum tindakan Ossetia selatan ini mendapat pandangan lain dari pihak Georgia dimana mereka menggap itu bagian dari pemberontakan sehingga Georgia menyerang Ossetia selatan dan Ahirnya Rusia datang sebagai penengan atas nama Humanitarian Intervention. Peran Russia disini awalnya dalah memediasi namum lebih dari itu Russia berkepntingan atas ide mengenai Buffer Zone (Negara penyangga : Kalau tidak paham Buffer Zone silahkan Googling aja ) kedua adalah masalah pipa minyak yang menyalur dari Tiblis yang mana jika keadaan tidak stabil pipa minyak RUssia ini akan terhalang oleh conflict sehingga Russia harus mengintervensi dalam rangka menstabilkan keadaan. Pertanyaannnya kenapa Russia begitu Kuatnya mempertahankan Pipa minyak?? jawabanya adalah pada ketergantungan Russia pada sektor energi Minyak dan Gas sebagai sumber pendapatan negara. Minyak dan gas alam Russia adalah sumber terbesar devisa negara karena setelah timur engah, Wlayah Russia adalah penghasil minyak terbesar.
    Ketiga adalah ketakutan RUssia terhadap Evek domino dan gelombang pengungsi yang berakiba menimbulkan distorsi di dalam negri Russia pasca conflict chechnya (Kalau gak tau konclik checnya slahkan Googling) citra Russia yang bangkit menjadi salah satu negara besar pasca mengalamai degradasi juga merupakan salah satu alasan. dan yang paling penting adalah Russia menjadi agresif karena espon terhadap NATO yang melakukan perluasan ke Eropa TImur lewat Georgia. Russia hanya ingin memberi Pesan terhadap Georgia bahwa jangan pernah masuk kewilayah hegemoni Russia.
    yang paling penting dalam menelaah dan melihat knflik international bukanlah persoalan baik dan buruk serta kenormatifan kita terhadap perang, Namum lebih dari itu kita hrus melihat perang sebagai jalan satu-satunya yang terkadang digunakan oleh pihak berkonflik untuk memberi pesan secara efektif. (baca The Art Of War von clausewitz)

    semoga bisa membantu.

    Balas
    • 11. ningsih susilawati (@NingsihSusila)  |  November 24, 2012 pukul 7:28 pm

      bang erik, kebetulan saya juga sedang meneliti mengenai foreign policy rusia terhadap georgia terkait konflik ossetia selatan. kalau berkenan, saya boleh minta bahan-bahannya tidak bang untuk penelitian saya ? trims.

      Balas
    • 12. jukri  |  November 30, 2012 pukul 3:27 pm

      mas bro…ane lagi bahas masalah rusia-georgia jg nih,boleh dong minta sumber2x..thanks a lot

      Balas
  • 13. Foo Fadlovie  |  Februari 16, 2012 pukul 7:51 am

    mantabz banget ni ulasan dr bro Erik!!!kebetulan skripsi saya jg ttg Rusia tetapi klo saya tentang Pengaruh Kemerdekaan Kosovo Terhadap Kepentingan Nasional Rusia Di Wilayah Balkan!!thanks bwt sharing nya bro….

    Balas
  • 14. Anonymous  |  April 21, 2012 pukul 2:34 am

    gitu aja kok pada repot…daripada ngurusin negara orang mending yuk bareng2 kita urus negara kita sendiri INDONESIA…….!!!!!

    Balas
    • 15. bronman  |  Juli 21, 2012 pukul 7:37 pm

      males yang dipermasalahin korupsi aja yg sering

      Balas
  • 16. ervan  |  Juni 16, 2012 pukul 9:01 am

    hahahahaha……………apapun perangnya minumya tetep teh botol sosro…….

    Balas
  • 17. heri  |  Juni 17, 2012 pukul 1:05 pm

    di bom nuklir aja

    Balas
  • 18. franz  |  Agustus 13, 2012 pukul 12:49 am

    diliat dari urutan fakta yang dibeberkan TS (sementara sumber fakta dari TS semata) menurut saya georgia terlalu “sembrono” melakukan tindakan “menetralkan posisi separatis” dengan kekerasan? sekali pun diwilayah kedaulatan sendiri, negara mana boleh menggunakan senjata berat kepada rakyat sipil malah membombardir… ketidak mampuan negara georgia untuk menyelesaikan konflik secara damai tentu dapat dimanfaatkan negara2 lain dengan alasan yang dapat di buat-buat dan Rusia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tindakan sebuah negara melakukan agresi dengan tujuan perdamaian, keamanan (senjata pemusnah masal) dunia dan kemanusiaan dapat di toleransi di mata masyarakat internasional… kedaulatan negara jaman sekarang tidak absolut intervensi dapat dilakukan dengan cara dan upaya yang dapat “ditoleransi”. intinya intervensi Rusia adalah peluang yang di manfaatkan atas ketidak becusan georgia menyelesaikan konflik di wilayahnya sendiri.

    Balas
  • 19. amka  |  September 29, 2012 pukul 5:19 pm

    mending negara georgia dari pda indonesia, georgia memperthnkn kesatuanx erat skali, indonesia boro2. . .

    Balas
  • 20. gogo  |  Desember 6, 2012 pukul 2:07 am

    murni urusan geopolitik Rusia, Georgia yg udah masuk sekutu barat amat membahayakan keamanan perbatasan Federasi Rusia, apalagi AS berencana membangun misil base di georgia. Putin berusaha meraih kmbali kedidayaan Russia melawan kekuatan Barat.
    intinya, this war isn’t an ordinary conflict, ad bnyk kpntingan. Sakasvili berani nyerang SOuth Ossetia yg dg jlas berada dlm perlindungan Russia krn dpt beking dari NATO, eh begitu perang Eropa g ngasih bantuan apa2.
    klo g dilobi Eropa, ibu kota georgia udah dilumat TU 160 Black Jack with Tsar Bomb.

    so, perang itu menyedihkan trutama korban sipil yg berjatuhan.
    peace for god.

    Balas
  • 21. fiza  |  Juni 5, 2013 pukul 11:20 pm

    cuma mau ngingetin, indonesia bukannya ga mau mengambil cara perang untuk pertahanin , tapi perang itu butuh biaya yg mahal dan harus memperhitungkan ability negara sendiri dengan negara lawan, fyi menurut analisis ahli pengkajian strategi indonesia hanya bisa bertahan 8 hari ketika perang sebelum malaysia nginjek istana negara,selama masih bisa diplomsi dan lobby kenapa harus perang?

    Balas
  • 22. stay punk  |  September 24, 2013 pukul 6:49 pm

    Hadoo nee orng yg bikin forum gila apa buta sejarah sichh!!!indonesia gak pernah perang???gendeng koen iku…lahh dulu dulu yg perang di indonesia emang bapak loe…bodoh dan sok ngerti kok di budayakan%

    Balas
  • 23. annisa  |  Oktober 4, 2013 pukul 10:12 am

    ckckck -_-
    ane lagi penelitian Intervensi NATO dalam konflik Georgia – Rusia ini :(

    Balas
  • 24. Anonymous  |  Oktober 22, 2013 pukul 3:15 pm

    LIHAT FILMNYA aja gan, judulnya 5 day of war, persis dengan cerita di atas

    Balas
    • 25. Anonymous  |  Mei 9, 2014 pukul 12:23 am

      film kok di percaya

      Balas
  • 26. panzer  |  Oktober 22, 2013 pukul 3:18 pm

    coba kalo nazi masi ada, gag bakal terjadi perang georgia russia, soalnya russia sendiri lg di jajah nazi, wkwkwk

    Balas
  • 27. Andi ss Da Vinci  |  Maret 6, 2014 pukul 9:32 am

    Rusia memperebutkan untuk minyak bumi ďåñ juga warga setempat untuk menjadi tentara

    Balas
  • 28. mas jolang  |  Mei 9, 2014 pukul 12:50 am

    sebenernya sih ujung2nya masalah ekonomi dan hegemoni, martabat dan pengaruh russia diusik. ditambah gila si Saakashvili … ngebasmi pemberontal pakai multi launcher rocket system…matinya salah satu perwira tinggi dan tentara russia di osetia dalam operasi clean field jadi pematik russia dalam melakukan hukuman ke georgia hingga russia menyerang ke gori ( masih inget aku ketika perang selesai si saakashvili bukanya di eluh2kan sebagai pahlawan malah banyak di demo oleh warganya sendiri yg menganggap dia terlalu ceroboh dan disalahkan atas serangan russia ke negaranya )

    ketika sekarang melihat ukraina jadi seperti sekarang, dan russia begitu mendukung pemisahan diri wilayah2 ukrania ke russia . kalau saya melihat selain faktor ekonomi dan hegemoni juga faktor ketidak sukaan russia dalam berbagai hal salah satunya dukungan ukrania atas beberapa konflik dimana russia ada di dalamnya … seperti contohnya di osetia.. ukrania sebagai salah satu pemberi bantuan militer terbesar gorgia (walaupun itu bisa jadi duitnya amerika ) cuma gilanya media seolah berfihak … hanya russia yg dipojokkan walaupun langkah russia salah juga . tapi seakan barat itu malaikat yg tanpa dosa . padahal sama gilanya

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Add to Technorati Favorites

RSS Info terbaru Lowongan Kerja

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Chat me & See me at :

i_hate_mycountry@yahoo.com ihatemycountry@gmail.com Also_my_blog: ihatemycountry.com
Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pos-pos Terakhir

RSS Si DaGu

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

My Album

DSC00887

DSC00865

More Photos

RSS Muslim Thinking 1

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

My Blog Rank

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Directory of General Blogs Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Statistik Blog

  • 85,275 pukulan
online counter

Peta Pengunjung

Visitors

SEO Stat

Feeds

Members Of:


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.